Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2013

pdip no 4

pdip nomor urut 4

Pemilu 2014, pdi perjuangan(pdip) mendapat nomor urut 4, ingat pemilu  Rabu 9 April 2014

pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan, news, banteng, kecamatan, kec, moncong putih, banteng bulat, mega, megawati, soekarno, putri

29 April 2011

Senior PDIP Theo Syafei Meninggal

Turut berduka cita atas wafatnya bpk Mayjen (purn) Theo Syafei 29/042011, 00:45Wib,
---
Pengurus teras PDI Perjuangan Theo Syafei meninggal dini hari, Jumat 29 April 2011. Mantan Pangdam Udayana itu meninggal karena penyakit tumor.  "Beliau sakit sudah satu tahun lebih. Ada tumor di kepala," kata politisi senior PDI Perjuangan, Sonny Keraf, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 29 April 2011.

Menurut Sonny, Theo yang juga mantan anggota DPR dua periode itu akan disemayamkan di tempat tinggalnya Jalan Raya Markas Besar Hankam, Cilangkap, Jakarta Timur. Theo meninggal sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

Sonny tak lupa rekam jejak Theo Syafei di PDI Perjuangan. Theo dinilai sebagai seorang militer pemikir. Seorang prajurit yang memiliki kelebihan merancang strategi.

"Makanya tidak aneh kalau dulu beliau mejabat Seskoad (Sekretaris Komando TNI Angkatan Darat)," kata mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup ini. Bagi Sonny, Theo sangat berjasa bagi PDI Perjuangan.

Di saat zaman orde baru, Megawati Soekarnoputri dan PDI saat itu 'dikejar-kejar' pemerintah, Theo justru membelanya. Menurut Sonny, tidak banyak tentara aktif saat orde baru yang berani membela Megawati.  "Beliau sangat berani. Beliau berpikir kehidupan demokrasi itu tidak melulu tentang orde baru dan Pak Harto," ujar Sonny.• VIVAnews

21 April 2011

Peringatan Wafat Isa Almasih 2011

Selamat Hari Paskah bagi Anda yang merayakannya. Dengan semangat paskah, kita pelihara kasih persaudaraan dalam jemaat yang dinamis.







pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan, news, banteng, kecamatan, kec, moncong putih, banteng bulat, mega, megawati, soekarno, putri

Hari Kartini 2011

Selamat memperingati Hari Kartini 2011, dengan semangat kaum wanita dalam mendidik dan mebina generasi muda Indonesia untuk lebih baik lagi

21 April 2011








pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan, news, banteng, kecamatan, kec, moncong putih, banteng bulat, mega, megawati, soekarno, putri

26 Maret 2011

Berita Duka Cita

Telah wafatnya Dr.Ir Mediana Uguy MSi, Istri tercinta Bpk Mindo Sianipar (Ketua Bidang Pertanian Perikanan dan Kelautan DPP PDI Perjuangan) pada Sabtu 26 Maret 2011 Pkl. 04.20 WIB di RS Medistra Jakarta Jenazah disemayamkan di rumah duka Komplek DPR RI Blok D4 No.328 semoga Arwah almarhumah mendpt tempat sesuai dgn amal Ibadahnya. Amien

23 Desember 2010

Undangan online Wedding Birliandri dan Ros Handayani

salam …
terimakasih atas jalinan komukasi dan silaturahmi yang telah terjalin selama ini melaui fb, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya dan menyadari akan kesibukan Bp/ Ibu/ Sdr/i , dalam melaksanakan tugas/ aktifitas bersama ini saya sampaikan Undangan Pernikahan saya via online jauh hari sebelumnya dengan besar harapan Bp/ Ibu/ Sdr/i berkenan meluangkan waktu untuk dapat hadir, saya juga mohon maaf karena sesuatu dan lain ...hal jika Undangan dalam bentuk fisik tidak bisa sampai langsung kepada anda,
salam.
Txs. Birliandri & Ros Handayani
------------------

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan Memohon rahmat dan ridho Allah SWT, Kami bermaksud menyelangarakan resepsi pernikahan putra-putri kami
ROS HANDAYANI
(Putri ketiga Alm Ujang Siman / Nemah)
dengan
BIRLIANDRI
(anak ke Lima Tani Wahyudi/ Budiarti)
Insya Allah akan dilaksankan pada:
Minggu, 13 febuari 2011
Pukul 11:00-selesai
Bertempat
Gedung Sekolah SPM Karya Dharma
Jl. Raya Bogor Km 28, Gandaria III, RT 012/ 02
Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo
Kodya Jakarta Timur 13710
Merupakan Suatu Kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berkenan hadir untuk memberikan do'a/restu kepada kedua mempelai
Wasalam,
Alm Ujang Siman / Nemah
Tani Wahyudi/ Budiarti
Ros & Birli

Lihat Denah Lokasi:
http://photoserver.ws/images/zeTK4d051065161c1.jpg
Liat Undangan online :
http://www.wix.com/rosbirli/wedding
Penjelasan map/ rute
http://www.facebook.com/note.php?note_id=479873558027&id=98037735979
Undangan on facebook :

http://www.facebook.com/event.php?eid=172588002771466
----------------------------------------------

pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

07 Desember 2010

sketsa wajah pelaku penculikan Firdzansyah Erza Gifari alias Ijan (1,5) di pasar Rebo Jaktim

sketsa wajah pelaku penculikan Firdzansyah Erza Gifari alias Ijan (1,5) di pasar Rebo Jaktim
Adapun ciri-ciri wajah pelaku yang dirilis dalam sketsa adalah sebagai berikut:
1. Pelaku berjenis kelamin laki-laki;
2. Usia diperkirakan sekitar 40-45 tahun;
3. Rambut rapi bergelombang, belahan ke kanan;
...4. Kulit sawo matang;
5. Tubuh sedang;
6. Ada tanda bekas jerawat di pipi kiri dan kanan; dan
7. Saat menculik, pelaku menggunakan kaos berkerah warna coklat.
Bagi warga yang melihat pria dengan ciri-ciri seperti tersebut di atas,
diharap melaporkannya ke call center kepolisian di nomor 0215234240 atau
0816851777 atau 02195976872







pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

Duka Cita

Turut berduka Cita atas wafatnya Alm. Iwan Triturawan (Sek. PR. PDI Perjuangan, Jaktinegara kaum-Pulogadung-jaktim) 6/12/2010 di RS. Persahabatan
RIP: Iwan Triturawan (Sek. PR. PDI Perjuangan, Jaktinegara kaum-Pulogadung-jaktim) 6/12/2010
-tempat duka KANTOR SEKRETARIAT DPC PDI PERJUANGAN KOTA JAKARTA TIMUR
Jl. H. Naman 3 (Transito) Pondok Kelapa, Jakarta Timur, 13450
Telpon : 021-8690-4082
...Pemakaman : Selasa 07/12/2010,Jam 11:00 wib, di TPU Layur-Rawamangun-jaktim

03 Desember 2010

ANAK HILANG

 ANAK HILANG

FIRDZANSYAH ( IJAN ) 1,5 TH
Ciri-ciri Khusus :
• Tanda Lahir Warna Coklat di Jari tengah k...iri
• Berat 12-13 Kg
• Tinggi 70 – 80 cm
• Kulit Sawo Matang

Di Bawa Orang tidak dikenal Pada Tgl 26-11-2010 di daerah Ps.Rebo Jakarta-Timur.
Bagi Yang menemukan dimohon lapor pada pihak berwajib atau Hubungi Pihak Keluarga di Nomer :



Bagi warga yang melihat pria dengan ciri-ciri seperti tersebut di atas,
diharap melaporkannya ke call center kepolisian di nomor 0215234240 atau
0816851777 atau 02195976872


pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

08 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H ..

 

  Lihat Kartu Ucapan Lainnya
  (KapanLagi.com)
 
Beningkan hati dengan dzikir
Cerahkan jiwa dengan cinta
Lalui hari dengan senyum
Tetapkan langkah dengan syukur
Sucikan hati dengan permohonan maaf
Met Hari Raya Idul Fitri
Taqobbalallahu minna wa Min’kum
Minal Aidzin Wal Faidzin
“Mohon Maaf Lahir dan Batin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H ..



pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

15 Agustus 2010

Susunan Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta Periode 2010 -2015

Susunan Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta
Periode 2010 -2015

Revisi

Ketua : H. Sayogo Hendrosubroto, S.IP

Wakil Ketua Bidang Internal

Wakil Ketua Bidang
Politik Hubungan Antar Lembaga, Sumberdaya   : Mahtumi Syah, SE

Wakil Ketua Bidang
Keanggotaan, Kaderisasi dan Rekrutmen : Jhonny Simanjuntak, SH


Wakil Ketua Bidang
Informasi dan Komunikasi : Wa Ode Herlina, S.I. Kom


Wakil Ketua Bidang Kehidupan Bermasyarakat


Wakil Ketua Bidang
Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan : Dwi Rio Sambodo, SE,MM

Wakil Ketua Bidang
Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Tenaga Kerja : Frans Yusuf  Luhukay

Wakil Ketua Bidang
Pemuda dan Olah Raga : Rikarno, SE

Wakil Ketua Bidang
 Kesehatan, Perempuan dan Anak  : Merry Hotam, SH

Wakil Ketua Bidang
Industri dan Perdagangan : Prasetyo Edi Marsudhi, SH

Wakil Ketua Bidang
Pengusaha Kecil Menengah dan Koperasi   : Ir. H. Zahari Tanjung, M. Si

Wakil Ketua Bidang Lembaga Pemerintahan


Wakil Ketua Bidang
Transportasi, Infrasuktur dan Perumahan ; Yuke Yurike, ST. MM


Wakil Ketua Bidang
Energi, Pertambangan, Lingkungan Hidup, Pemerintahan dan Otonomi Daerah
H. Bimo Hastoro

Wakil Ketua Bidang


Hukum, Ham dan Perundang-undangan : Eka Agus Riyanti, SH

Sekretaris       : Pantas Nainggolan, SH, MM

Wakil Sekretaris Bidang Internal   : Dyah Primastuti
Wakil Sekretarsi Bidang Program  : Catar Pandapotan Siahaan

Bendahara   : Adi Wijaya

Wakil Sekretaris Bidang Inventaris dan Kekayaan Partai : Indrawati Dewi


http://www.facebook.com/pacpdippsrebojt

pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

Susunan kepengurusan DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015

Susunan kepengurusan DPP PDIP periode 2010-2015 selengkapnya adalah sebagai berikut:
Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal: Tjahjo Kumolo, Wasekjen Bidang Internal: Eriko Sotarduga, Wasekjen Bidang Program: Ahmad Basarah, Wasekjen Bidang Kesekretariatan: Hasto Kristianto
Bendahara: Olly Dondokambey, Wakil Bendahara Bidang Internal: Rudyanto Tjen, Wakil Bendahara Bidang Program: Juliari Batubara
Ketua Bidang Kehormatan: Sidharto Danusubroto (mantan ajudan Bung Karno), Ketua Bidang Politik dan Hubungan antar Lembaga: Puan Maharani, Ketua Bidang Keanggotan, Kaderisasi dan Rekrutmen: Idham Samawi (Bupati bantul), Ketua Bidang Organisasi: Jarot Saiful Hidayat (Walikota Blitar), Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi: Rano Karno, Ketua Bidang Sumber Daya dan Energi: Effendi MS Simbolon, Ketua Bidang Pertanian, Perikanan dan Kelautan: Mindo Sianipar, Ketua Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja: Ribka Tjiptaning,
Ketua Bidang Pendidikan, Keagamaan dan Kebudayaan: Hamka Haq,
Ketua Bidang Industri, Perdagangan,  Pengusaha Kecil Menengah dan Koperasi: Nusyirwan Sujono, Ketua Bidang Perempuan dan Anak: Irianti Sukamdani, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga: Maruarar Sirait, Ketua Bidang Perumahan, Infrastruktur dan Transportasi: I Made Urip, Ketua Bidang Energi dan Pertambangan: Bambang Wuryanto, Ketua Bidang Pertanian dan Kehutanan: M. Prakosa, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan:  Emir Moeis, Bidang Hukum, HAM dan Peraturan dan Perundangan: Trimedya Panjaitan, Ketua Bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional: Andreas Pareira, dan Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah: Komaruddin Watubun.



pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

7 Rekomendasi Rakornas 3 Pilar PDIP

 Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ditutup malam tadi, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. 6/8/2010

Tujuh Rekomendasi Rakornas 3 Pilar PDIP

1. Proses demokrasi di Indonesia ini tercermin pada system pemilu, system rekrutmen politik, system penyelenggaraan pemerintahan, termasuk didalamnya mekanisme pengambilan keputusan politik, yang dinilai oleh PDIP sangat didominasi oleh semangat liberalism yang lebih mengedepankan kepentingan individual dalam berpolitik dengan mengandalkan kekuatan modal.

2. Sistem Pemerintahan Republik Indonesia harus didasarkan pada konstitusi UUD 1945.

3. PDIP sangat prihatin terhadap pelaksanaan kepala daerah yang diwarnai oleh pertarungan kekuatan modal, koalisi antara pengusaha dan calon untuk menguasai sumber daya alam strategis.

4. PDIP menegaskan bahwa Negara RI adalah Negara yang berdasar pada hukum.

5. Partai menegaskan perlu segera dilakukan perubahan UU pemilu guna mengembangkan system multipartai sederhana melalui cara yang demokratis dengan ketentuan parpol yang berhak ikut pemilu dan penerapan batas keikutsertaan parpol di parlemen 5 persen.

6. KPU harus independen, oleh karena itu Rakornas memandang KPU harus kembali melibatkan parpol untuk menghindari kecurangan dan pemanfaatan KPU untuk kepentingan politik tertentu.

7. PDIP sangat menyesalkan lambatnya pelaksanaan UU no 40 tahun 2004 tentang system jaminan sosial.

 tang, pdip, pac, pasar rebo, jaktim, jakarta timur, pdi perjuangan, pdiperjuangan,news,

07 Agustus 2010

Duka Cita

menyampikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bpk Setia Permana anggota Komisi III DPR F-PDIP dapil Jabar 1 dalam kecelakaan kapal di Bunaken 7/8/2010 dan

Turut
Berduka Cita atas wafatnya Soetardjo Soerjoguritno / Mbah Tardjo(76th).
7/8/2010 17:15 di RS. fatmawati Jakarta, Politisi Senior PDIP yang juga
mantan Wakil Ketua DPR itu akan dimakamkan di Yogyakarta, Minggu 8
Agustus 2010

19 Juni 2010

PDIP: Pelurusan Sejarah Lahirnya Pancasila Sangat Penting

'Hosted

PDIP: Pelurusan Sejarah Lahirnya Pancasila Sangat Penting
Selasa, 01 Juni 2010, 09:29 WIB

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, menyatakan, pelurusan sejarah lahirnya Pancasila sesuai dengan fakta terbentuknya dasar negara itu sangat penting dan partainya terus mendukung upaya itu.

"Sekarang ini kan Pancasila tetap tercantum sebagai ideologi negara sebagaimana termaktub dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Nyatanya masih terdapat pemahaman yang berbeda-beda atas tafsir autentik lahirnya Pancasila yang sebenarnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/6/2010).

Pernyataan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu disampaikan menanggapi sosialisasi MPR RI atas "Empat Pilar Bernegara" (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) yang pada Selasa, 1 Juni 2010, ditandai dengan Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, yang antara lain diisi acara Pidato Presiden RI di Gedung MPR.

"Bagi saya, memperingati Pancasila 1 Juni 1945 tidak perlu dipolemikkan. Ini kan jejak sejarah yang benar-benar berbhineka dan majemuk ini," kata anggota Komisi I DPR RI itu.

Hal itu, menurut dia, merupakan ikatan kemajemukan sebuah bangsa NKRI yang besar ini.

Tjahjo Kumolo menambahkan, ideologi Pancasila sebagaimana Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di depan Sidang BPUPKI, benar-benar menjadi `Living of Ideology`.

"Dan itu diakui sebagai ideologi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah pelurusan jejak sejarah lahirnya Pancasila sesuai dengan sejarah terbentuknya Dasar Negara Indonesia Merdeka," tandasnya.

Pancasila, menurutnya, sudah menjadi milik bangsa Indonesia, bukan kelompok-kelompok tertentu.

"Pidato Ketua MPR RI dan Presiden RI di depan forum MPR RI perlu dilembagakan sebagaimana Presiden Soekarno menyampaikan pidatonya di forum resmi BPUPKI. Artinya, jejak sejarah harus (terus) diluruskan kembali," tukasnya.(Er/An)

http://www.berita8.com/news.php?cat=1&id=22789

18 Juni 2009

Mega Prabowo: Memperjuangkan Penyandang Cacat


Mega Prabowo: Memperjuangkan Penyandang Cacat

Pasangan Mega Prabowo didatangi belasan penyandang cacat. Kedatangan Pusat Pemilihan Umum Penyandang Cacat itu disambut dengan hangat oleh Hj. Megawati Soekarnoputri di “Rumah Perjuangan”, Jalan Teuku Umar, Jakarta, (17/6). Selama ini para penyandang cacat terdiskriminasi dan terabaikan. Untuk itu, Mega Prabowo berkomitmen akan memperjuangkan hak-hak penyandang cacat.

Para penyandang cacat yang tergabung dalam Pusat Pemilihan Umum Penyandang Cacat meminta perhatian Mega Prabowo. Di depan capres paling cantik tersebut salah seorang penyandang cacat mengatakan mereka tidak diperhatikan pemerintah. Dunia kerja, kata Bagus Supriyanto, tidak berpihak kepada para penyandang cacat, padahal banyak perusahaan mengalokasikan satu persen lapangan kerjanya untuk penyandang cacat.

“Kami ingin Ibu (Megawati) komitmen bahwa, selama ini kami masih terdiskriminasi dan terabaikan. Perlindungan terhadap kami dalam Undang-Undang itu selama ini belum ada. Kami mohon komitmen pada pilpres nanti, karena kami masih dinomorduakan,” kata juru bicara, Aryani, yang mengalami kebutaan.

Di depan para penyandang cacat tersebut, capres yang mengusung ekonomi kerakyatan itu mengutarakan tekadnya untuk memperhatikan dan memperjuangan nasib penyandang cacat. Menurut Mega saat menjadi wakil presiden dan presiden, dirinya telah menyiapkan undang-undang perlindungan bagi penyandang cacat.

“Saya sudah mengupayakannya ketika menjadi Presiden tapi belum sempat selesai, karena saya hanya menjabat efektif dua setengah tahun, dan saya akan melanjutkan kembali, seandainya saya dan Mas Bowo terpilih. Maka, pilihlah kami," jelas Megawati.

“Saya juga pernah jadi relawan di satu panti asuhan yang menampung anak-anak cacat di YPAC. Waktu itu, saya bisa memahami bagaimana kehidupan penyandang cacat. Bagaimana susahnya dan melihat kebutuhan-kebutuhannya," sambung Megawati, yang tercatat pernah menjadi relawan di Yayasan Penderita Anak Cacat (YPAC) pada tahun 1970-an.
Didukung DPD
Selain menerima penyandang cacat, di tempat yang sama Hj. Megawati Soekarnoputri didampingi H. Prabowo Subianto menerima dukungan dari 44 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang datang dari 25 provinsi. Saat menjumpai anggota DPD, capres yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerinda dan Partai Non Parlemen itu menyatakan rasa terima kasihnya atas dukungan DPD kepada Mega Prabowo. Megawati juga menjelaskan bahwa dirinya selama ini kurang berinteraksi dengan DPD karena ia tidak ingin dituduh suka mencari muka.
Menyambut pernyataan para anggota DPD yang menolak pendapat pemilu presiden (pilpres) hanya akan berlangsung satu putaran seperti yang dikampanyekan pihak tertentu. Mega bersepakat dengan hal tersebut. Menurutnya pilpres justru akan berlangsung dua putaran. “Realitanya mungkin dua putaran. Kita lihat saja,” ujar Megawati.
Usai bertemu dengan anggota DPD Megawati mengungkapkan kekecewaannya atas amandemen yang dilakukan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45). Untuk itu, Mega meminta semua pihak untuk merenungkan kembali atas empat kali amandemen yang sudah diperlakukan kepada UUD 45.

Buruh Migran Ajak Mega Prabowo Kontrak Politik


Buruh Migran Ajak Mega Prabowo Kontrak Politik

Pasangan Mega Prabowo menarik perhatian buruh migran dan pembantu rumah Tangga (PRT). Buruh migran dan PRT berharap Mega Prabowo komitmen menjalankan visi dan misinya yang pro rakyat dalam mewujudkan pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap buruh migran. Keinginan para buruh migran tersebut mengemuka saat Tim Kampanye Mega Prabowo Pro Rakyat berdialog dengan berbagai Organisasi Buruh Migran di Jakarta Media Centre, Jakarta, (11/6). Rencananya keinginan itu akan dibuat dalam bentuk kontrak politik yang langsung ditandatangani oleh Hj. Megawati Soekarnoputri dan H. Prabowo Subianto.

Tim Kampanye Mega Prabowo Pro Rakyat mengadakan dialog dengan berbagai organisasi buruh migran. Dialog yang dikemas dalam tema “Dialog dan Kontrak Politik: Wujudkan Pemenuhan Hak-Hak Buruh Migran” dihadiri lebih dari 150 orang meliputi, buruh migran dari berbagai daerah seperti Kerawang, Lampung, Sukabumi, Banten, Indramayu, Subang, Cianjur, Bogor, Jakarta dan Bekasi, serta organisasi buruh migran/ LSM yang memperjuangkan masalah perlindungan dan hak-hak buruh migran, seperti: Konsorsium Buruh Migran Indonesia (Kopbumi), Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), SBM Kerawang, Koalisi Perempuan, BPP Perwati, Solidaritas Perempuan, DPP APIK, PKRI, Dept. Perempuan dan Anak PGI, dan LBH-APIK Jakarta.

Kegiatan tersebut diawali dengan pemutaran film dokumenter kondisi buruh migran yang masih memprihatinkan. Dilanjutkan dengan dialog dan testimoni pengalaman 4 buruh migran yang masing-masing bekerja di Malaysia, Saudi Arabia, Hongkong dan Taiwan. Mereka mengalami perlakuan buruk sejak pemberangkatan, di tempat tujuan hingga kembali ke tanah air. Seperti di sekap di tempat penampungan, kekerasan dan pelecehan seksual, jeratan hutang, penipuan dan bentuk-bentuk pelanggaran HAM lainnya. Mereka pada dasarnya adalah korban perdagangan manusia yang dikemas melalui pengiriman buruh migran. Buruh dan PRT adalah warga negara yang harus dilindungi dengan kebijakan yang lebih humanis.

Forum dialog menghendaki agar sekiranya Megawati terpilih menjadi Presiden bersedia meratifikasi Konvensi PBB tahun 1990 tentang Perlindungan Buruh Migran dan Keluarganya. Konvensi tersebut pada dasarnya sudah ditandatangani dalam masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, namun tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah sesudahnya yang lebih memprioritaskan outsourcing di dalam negeri ketimbang memikirkan nasib warga negaranya. Kebijakan pemerintah yang berlaku saat ini, justru merupakan pelanggaran HAM sesungguhnya.

Dalam kesempatan itu, para buruh migran mendeklarasikan 10 butir tuntutan kepada pasangan Mega Prabowo agar komitmen menjalankan visi dan misinya yang pro rakyat dalam mewujudkan pemenuhan hak-hak dan perlindungan terhadap buruh migran. Di antaranya, Amandemen Undang-Undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri, menyesuaikan dangan prinsip-prinsip perlindungan dalam Konvensi PBB serta ratifikasi Undang-Undang 21 tentang serikat pekerja dan memasukkan serikat buruh migran sebagai bagiannya. Membuat peraturan daerah yang melindungi Buruh Migran dan Anggota Keluarganya. Dan Mengakui pekerja rumah tangga dan membuat kebijakan yang berpihak kepada pekerja rumah tangga migran maupun pekerja rumah tangga lokal.

Deklarasi tersebut diserahkan kepada perwakilan Tim Kampanye Mega Prabowo Pro Rakyat yang hadir dalam kesempatan itu, yakni Rieke Dyah Pitaloka (Caleg terpilih dari PDI Perjuangan) dan Eva Sundari (Anggota Komisi III DPR RI), keduanya merupakan penggiat yang concern dan berjuang dalam masalah buruh dan kesetaraan gender. Rumusan kontrak politik itu kemudian akan diteruskan kepada pasangan Mega Prabowo untuk di tanda tangani.

Prabowo: Semua Tuduhan Sirna oleh Kebenaran

Prabowo: Semua Tuduhan Sirna oleh Kebenaran

Cawapres Prabowo Subianto menegaskan bahwa semua tuduhan yang selama ini dialamatkan ke dirinya terkait dengan tragedi Mei adalah fitnah. Meski dirinya tidak melakukan bantahan, katanya, tapi kebenaran telah bicara.
"Semua tuduhan itu sirna oleh kebenaran. Yang benar itu benar," kata Prabowo di hadapan ratusan warga keturunan Tionghoa, di Restoran Nelayan Ancol, Jakarta, Sabtu (13/6).

Dalam acara yang diselenggarakan Forum Demokrasi Kebangsaan (Fordeka) itu, Prabowo mengungkap, dirinya dituduh telah melakukan banyak hal: membakar ibukota, membuat huru-hara rasial, menembak mahasiswa, termasuk melakukan kudeta.

Namun demikian, kata Prabowo, semua tuduhan itu tidak dilanjutkan karena fakta dan sejarah memang membuktikan dia tidak melakukan semua yang dituduhkan.

"Dikatakan, saya sudah bakar ibu kota, huru hara rasial, menembak mahasiswa, tapi mengapa tuduhan tidak dilanjutkan? Padahal katanya saya sudah mengepung istana," kata mantan Panglima Kostrad tersebut.

Dalam acara itu, Prabowo juga menyinggung soal penculikan. Ia menjelaskan, menjaga stabilitas ketika itu menjadi fokus utama. Dan, saat itu, dia menjabat dalam suatu pemerintahan di mana setelah itu terjadi pergantian rezim.
"Apa yang oleh satu pemerintahan disebut upaya pertahanan, tapi oleh pemerintahan selanjutnya diartikan sebagai penculikan," tandas Prabowo.

Sebagai Pangkostrad, Prabowo mengambil tanggung jawab. Meski, apa yang terjadi pada tahun 1998 itu bukan proyek dan suruhan dia. "Namun, saya minta maaf (atas terjadinya Tragedi 1998)," katanya.

Mega Prabowo Akan Meniadakan UN

Mega Prabowo Akan Meniadakan UN

Menanggapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN), pasangan Hj. Megawati Soekarnoputri dan H. Prabowo Subianto akan meniadakan pelaksanaan UN dari sekolah dasar hingga sekolah menengah umum. Pasalnya, UN dinilai belum layak dilaksanakan secara seragam di seluruh Indonesia, karena selalu berpolemik di tingkat pelaksanaannya. UN akan diganti dengan ujian lokal daerah yang didasarkan pada muatan lokal, dan kemampuan pendidikan daerah setempat.

Mega Prabowo menilai UN juga tidak selaras dengan hal yang paling mendasar, yaitu pasal 58 ayat 1 UU No 20 tahun 2003 dikatakan kewenangan untuk menilai berada pada pendidik. Hal itu yang menjadi landasan hukum Mega Prabowo untuk meniadakan UN.

“Sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menyiapkan anak-anak Indonesia berkompetisi di masa depan. Sistem itu juga harus mampu membangun kultur bangsa yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, gotong royong, budi pekerti, termasuk mengasah budaya malu”, kata Megawati disela-sela kampanye, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (13/6).

Yang pasti metode UN saat ini sangat tidak relevan, sebagai cara untuk menilai kualitas kelulusan sebuah daerah. Kalau sistem UN yang ada sekarang tidak dirombak secara menyeluruh. pelaksanaan ujian nasional telah mengabaikan prinsip keadilan dalam pendidikan nasional sebab yang dikedepankan adalah hasil, bukan proses pembangunan pendidikan itu sendiri. Dengan demikian, terjadi dekadensi moral dan mutu pendidikan.

Megawati menilai bahwa keliru acuan kesamaan kurikulum pendidikan di Tanah Air untuk melaksanakan ujian nasional. Kurikulum hanya bagian kecil dari seluruh aspek pendidikan. Dikatakan, masih banyak unsur terkait dalam dunia pendidikan nasional yang harus dibenahi sebelum ujian nasional dilakukan, yakni standar pendidikan seluruh sekolah, sumber daya manusia guru serta siswa, dan fasilitas penunjang, seperti ruangan belajar, ruang praktik, dan laboratorium.

Selain itu juga Megawati menegaskan bahwa sistem pendidikan Indonesia harus dilandasi oleh konsep sosiologi, karena Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki budaya lokal yang perlu mendapat perhatian dan dimasukkan kedalam kurikulum, jadi UN bukanlah komponen utama untuk menentukan kualitas siswa. “UN hanya mengejar target kuantitas, bukan kualitas dan instan”, tegas capres yang mengusung visi pendidikan untuk semua.

Pada kesempatan lain, H. Prabowo Subianto menyinggung masalah validitas pendidikan, seperti di daerah Jakarta yang memiliki akses dan fasilitas, tapi jika dibandingkan dengan daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas dan akses yang sama, sehingga kebijakan UN ini tidak adil terhadap sekolah di daerah terpencil atau tertinggal yang tidak memiliki fasilitas pendidikan memadai. Akibatnya, terjadi perbedaan kurikulum antar daerah yang tidak sepadan.

Menurut dia, berbeda dengan negara-negara berkembang atau maju lainnya yang sudah meninggalkan sistem semacam UN. "Amerika saja yang negara maju tidak memakai UN. Sekolah atau distrik perkabupaten akan diberikan otoritas untuk mengadakan ujian sesuai dengan kurikulumnya," ungkap Prabowo.

Untuk merealisasikan komitmen itu, pasangan Mega Prabowo akan melakukan kontrak politik dengan guru-guru di Yogyakarta pada pelaksanaan kampanye akhir Juni ini. UN rencananya akan diganti dengan ujian lokal daerah yang didasarkan pada muatan lokal dan kemampuan pendidikan daerah setempat.

Prabowo dan Tionghoa

Prabowo dan Tionghoa

Calon wakil presiden, Prabowo Subianto menjelaskan konsep ekonomi kerakyatan di depan masyarakat Tionghoa, termasuk beberapa LSM dan media massa berbahasa Mandarin di Restoran Nelayan, Ancol, Jakarta utara.

Menurut Prabowo, visi ekonomi yang diusungnya bertujuan mengoreksi sistem ekonomi yang saat ini berlaku. "Masalahnya koreksi ini menimbulkan banyak tanda tanya dan kontroversi, padahal penjelasannya sangat sederhana," kata dia Sabtu 13 Juni 2009.

Ekonomi kerakyatan, kata dia, menggarisbawahi bahwa sumber daya ekonomi bangsa harus dimanfaatnya demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "Apakah ini berbau sosialis? Kalau kita mau jujur hampir semua sistem ekonomi di dunia saat ini adalah kompromi antara yang terbaik dari sistem sosialis dan kapitalis," jelas dia.

Ekonomi kerakyatan, tambah Prabowo, bukan berarti mengharamkan kapitalisme yang memungkinkan kebebasan inovasi, dinamika, dan mengakui kepemilikan individu. "Ini bagus untuk mendukung pembangunan, tapi kalau kita membiarkan dalam tahap sebebas-bebasnya, hal itu bisa mengakibatkan orang miskin dan lemah makin tertinggal jauh," tambah dia.

Prabowo lantas mengutip perkataan mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy. "Kalau masyarakat tak bisa menyelamatkan dan membantu yang miskin, maka mereka kita juga tak bisa membantu yang kaya," kata dia. Dalam ekonomi kerakyatan, tambah dia, juga ditekankan menjadi kaya adalah kejayaan.

"Sistem kerakyatan mengambil jalan tengah, campuran, the third way. Tidak ada yang murni sosialis," kata dia. Prabowo mengatakan konsep ekonomi kerakyatan seperti dilakukan negara lain yakni Jepang, Korea, China, dan Singapura.

"Pemerintah membantu orang kaya maupun orang miskin," kata dia.

Negara-negara itu, lanjut Prabowo, menganjurkan warganya jadi kaya. Karena tujuan pembangunan suatu bangsa adalah agar kita menjadi kaya," kata Prabowo, kali ini mengutip kata-kata Begawan Ekonomi Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, yang kebetulan adalah ayahnya sendiri.

Sebelumnya, Ketua Forum Demokrasi Kebangsaan (Fordeka), Hartono mengatakan masyarakat Tionghoa memertanyakan dampak ekonomi kerakyatan bagi pengusaha. Selain itu dipertanyakan juga target pertumbuhan ekonomi dua digit yang dijanjikan pasangan Megawati-Prabowo.